Selasa, 25 Januari 2011

rumah prancis berjendela kaca,
salam manis buat yg baca..

Minggu, 23 Januari 2011

Konsep Quantum Learning

Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat jurnalisme). Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria.
Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif. Untuk mendapatkan sugesti positif, beberapa teknik digunakan. Para murid di dalam kelas dibuat menjadi nyaman. Musik dipasang, partisipasi mereka didorong lebih jauh. Poster-poster besar, yang menonjolkan informasi, ditempel.
Prinsip suggestology hampir mirip dengan proses accelerated learning, pemercepatan belajar: yakni, proses belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan. Suasana belajar yang efektif diciptakan melalui campuran antara lain unsur-unsur hiburan, permainan, cara berpikir positif, dan emosi yang sehat.
 mkcihhh..

Senin, 17 Januari 2011

TERBAIK DAN TERINDAH

Mengayuh sampan

Bersamamu

Adalah hal TERINDAH

Dalam hidupku

Meniti jalan

Setapak demi setapak

Adalah hal TERBAIK

Dalam hidupku

Kamis, 06 Januari 2011

Sekolah hanya bagian dari penggalan waktu dalam proses pendidikan.
Mempercayakan pendidikan hanya ke bangku sekolah adalah awal dari kekeliruan
memahami konsep pendidikan seumur hidup dan seutuhnya. Bisa diamati
negara-negara yang sukses dan maju biasanya selain kualitas pendidikan
sekolahnya bagus juga karena di luar sekolah disegala ruang dan waktu ada
pendidikan yang ditanamkan dan ditegakkan. Kalau disekolah kualitas
pendidikan jadi tanggung-jawab guru maka siapa yang bertanggung-jawab
tegaknya pendidikan di jalan raya, diterminal, dikantor, dipertokoan, di
toilet, di tempat umum, dlsb?
Apakah tempat-tempat ini bukan tempat pendidikan?
Pendidikan diluar dan didalam sekolah sama pentingnya dan sama-sama perlu
dikontrol dan ditegakkan. Kalau di sekolah para gurulah yang mengontrol dan
menegakkan untuk memastikan semua siswa mematuhi pendidikan di sekolah itu,
lantas siapa yang harus menegakkan pendidikan di luar sekolah? Tentu orang
tua, petugas keamanan, penegak hukum, atasan/bos, orang yang lebih tua,
sopir dan kita semua.
Pastikan bahwa dimanapun kita berada sesebenarnya kita tengah berada dalam
pendidikan luar sekolah dan harus tunduk dengan aturan dimasyarakat dan
tempat umum serta ada penegak aturan yang bekerja sungguh-sungguh seperti
guru sungguh-sungguh menjaga ketertiban sekolah. kalau ini tidak jalan maka
pendidikan tidak akan utuh tercermin dalam individu tersebut.

Senin, 18 Oktober 2010

puisi ki kok apikmen yuow..


 tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu






 

Selasa, 12 Oktober 2010

Lima Langkah Memberi Maaf

Kemarahan, kekecewaan, kekesalan, dendam kesumat, dan berbagai hal yang menimbulkan emosi negatif tak hanya akan merusak psikologis, tapi juga kesehatan fisik kita. Rentetan gangguan itu bisa mengenai semua organ di dalam tubuh dan jadilah berbagai penyakit. Obat untuk itu sebetulnya sangat murah dan mudah, yakni memaafkan secara tulus.
Bila Anda masih merasa kesulitan untuk memberi maaf, maka ada baiknya mengikuti petunjuk berikut ini. Untuk membantu orang agar bisa memberi maaf secara tulus, Everett L Worthington Jr, PhD, profesor psikologi di Virginia Commonwealth University, menyiapkan program dalam lima langkah, seperti berikut ini:
1. Ingatlah perasaan sakit hati atau luka batin yang Anda alami secara obyektif tanpa menyalahkan dan mengorbankan diri.

2. Cobalah berempati dengan orang yang menyakiti perasaan Anda. Renungkan mengapa ia melakukan hal itu, apa yang dirasakan oleh orang itu sehingga perbuatannya menimbulkan sakit hati.

3. Bayangkan semua masalah dilihat dari sudut pandangnya. Cara ini akan mempermudah kita memahami mengapa ia sampai menyakiti hati orang lain.

4. Bagian dari kita yang mengutamakan kepentingan orang lain (altruistis) akan berpikir bahwa kita telah dimaafkan dan bagaimana rasanya memaafkan.

5. Ketika tiba saatnya untuk berkomitmen memberi maaf, orang biasanya mengucapkan "Belum", tetapi ketika akhirnya mereka melakukannya, mereka harus senantiasa berpegang pada pemaafan. 

Semua ini bukan hanya teori Wrothington. Ibunya dipukuli sampai mati dengan linggis pada tahun 1995. Namun, setelah menerapkan lima langkah itu, ia berhasil memaafkan pelakunya. "Dalam waktu 30 jam aku sudah bisa memaafkan pemuda yang telah melakukan kejahatan yang mengerikan itu," tulisnya dalam Forgiveness and Reconciliation.