Minggu, 23 Januari 2011

Konsep Quantum Learning

Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat jurnalisme). Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria.
Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif. Untuk mendapatkan sugesti positif, beberapa teknik digunakan. Para murid di dalam kelas dibuat menjadi nyaman. Musik dipasang, partisipasi mereka didorong lebih jauh. Poster-poster besar, yang menonjolkan informasi, ditempel.
Prinsip suggestology hampir mirip dengan proses accelerated learning, pemercepatan belajar: yakni, proses belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan. Suasana belajar yang efektif diciptakan melalui campuran antara lain unsur-unsur hiburan, permainan, cara berpikir positif, dan emosi yang sehat.
 mkcihhh..

7 komentar:

Diyah dalam Sastra mengatakan...

Quantum lerning, memang sangat bagus digunakan sebagai media pendidikan karena dapat memadukan teknik-teknik belajar sehingga siswa mampu untuk meningkatkan diri. Pertanyaannya cocokkaH Quantum Learning di gunakan di sekolahan yang terletak didesa-desa yang mana masyarakatnya masih miskin???? hehheheheeee
Jawab Bozzzzz!!!!!

AdevA mengatakan...

lho2,, gmana mksudte mbak??!!
quantum learning tu brarti memanfatkan sgala yg ada d skitar qta u/ d jadikan bahan pmbelajaran. BUKAN MENGADAKAN YG TDK ADA. TP MEMANFAATKAN YG SUDAH ADA. Jd ndak ada kubu2an: kota atau desa. terserah lo mau d mana?neng kuto oke. neng deso oke.

POSH INDONESIA mengatakan...

menyambung mas adeva,...
menurut saya, pendidikan di desa ataupun di kota yang sAya sebut sebagai LOKASI, sangat tidak wajar apabila seorang guru mempermasalahkan lokasi sekolah. tugas seorang guru memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan menjadi strategi guru dalam menyukseskan kegiatan belajar-mengajar.
Saya mau tanya.
Bagaimana kalau sarana dan prasarana (yang anda maksud di atas)tidak dapat memenuhi seluruh proses pembelajaran ?

w!de mengatakan...

siiiiip

setuju low quantum learning mempnyai teknik pembelajaran yang menyenangkan .
aq dh baca bukuny emang teknik yang disampaikan itu bagus dan kelihatanny asyiiiiiik.

AdevA mengatakan...

buat mas mbezz, pada intinya sarana & prasarana yang akan dijadikan sbg media pembelajaran yaa..yang sudah ada aja. gak perlu mengadakan yg gak ada. so..kita gak usah `sambat` dgn kterbatasan sarana & prasarana, krna sudah jd tipikal orang Indonesia mjdikan kterbtasan itu sbg alasan. yg penting kita kreatif dan niat u/ ikut mcerdaskan khdupan bangsa. gak usah muluk2 ini itu, anak udah doyan baca buku saja saya pribadi dah ALHAMDULILLAH BANGETT..!!

Mahasiswa mengatakan...

klo pak angga terlalu nrimo karena harapannya hanya segitu saja kapan indonesia ini akan maju, peh wes iso moco ws seneng ???berarti rakyat bsa bca hanya sekedar formalitas biar gak di kata bngsa yang buta aksara??

Mahasiswa mengatakan...

untuk mbk w!de, gmn sih katanya dah baca kok bilangnya quantum learning masih kayaknya menyenangkan ? yang pasti dunk...heheheh